Kompetisi balap Formula One


Kompetisi balap Formula 1 2016 dimulai akhir pekan ini. Grand Prix Australia, yang diselenggarakan di Sirkuit Albert Park, Melbourne, adalah aksi pembuka untuk musim balap Formula 1 th. ini. Jutaan orang Indonesia tidak bisa tunggu sampai Rio Haryanto mengelola Sirkuit Melbourne. Rio Haryanto akan dimasukkan dalam sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berpartisipasi dalam seri balap Formula 1. Sepanjang sejarah, ada 24 pembalap dari Asia yang merasa udah memasuki lomba jet negara Formula 1. 20 pembalap berasal dari Jepang, 2 pembalap dari India dan satu pembalap dari Thailand dan Malaysia masing-masing. Dari 24 pembalap Asia yang udah melihat kompetisi F1, cuma 21 yang sukses jalankan debut dalam lomba.

Pangeran Birabong Bhanudej Bhanubandh dari Thailand (dikenal sebagai Pangeran Bira) adalah pembalap Asia pertama dalam kompetisi F1. Pangeran Bira muncul dalam edisi perdana balapan Formula 1, Grand Prix Inggris terhadap 13 Mei 1950 di Sirkuit Silverstone, Inggris. Pangeran Bira menjalankan Maserati 4CLT-48 dari tim Enrico Plate. Dalam debut F1-nya, Pangeran Bira sukses mencetak saat paling baik 1 menit 52,6 detik di kualifikasi, membawa dampak Pangeran Bira memulai balapan dari posisi 5. Sampai sekarang, Pangeran Bira udah dianggap sebagai pembalap Asia bersama dengan posisi awal paling baik dalam boneka debutnya di Formula Satu.

Namun sayangnya, Pangeran Bira gagal selesaikan debut F1 di Grand Prix Inggris terhadap th. 1950 karena kehabisan bahan bakar saat memasuki lap ke-49. Seminggu kemudian, Pangeran Bira sukses menambah penampilannya di seri Grand Prix selanjutnya di Sirkuit Monako. Pangeran Bira selesai di daerah kelima di Sirkuit Monaco dan memenangkan dua poin. Pangeran Bira udah tercatat dalam sejarah sebagai pembalap Asia pertama yang memenangkan poin dalam balapan F1. Butuh lebih dari tiga th. untuk tiba, ada pembalap Asia lainnya yang mengikuti balapan Formula 1 sesudah Pangeran Bira debut di Sirkuit Silverstone. Pembalap Jepang Hiroshi Fushida gagal memulai balapan di Grand Prix Belanda terhadap 22 Juni 1975 karena mobilnya mengalami rusaknya mesin. Sebulan kemudian, Hiroshi Fushida gagal kembali di Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone. Kali ini karena tidak memenuhi batas saat yang ditentukan dalam babak kualifikasi.

Dua th. berturut-turut, terhadap 1976 dan 1977, lima pembalap Jepang jalankan debut mereka di balapan F1 selama Grand Prix Jepang. Noritake Takahara mencapai posisi paling atas dalam dua th. terakhir. Noritake Takahara selesai kesembilan dalam debutnya di Grand Prix Jepang terhadap th. 1976. Satu dekade kemudian, keliru satu pembalap F1 paling baik Jepang dulu dinamai, yaitu Satoru Nakajima. Di musim debutnya, Tim Unta Satoru Nakajima memperkuat Lotus Honda. Rekan setimnya Satoru Nakajima adalah pembalap legendaris bersama dengan tiga gelar Piala Dunia F1, Ayrton Senna. Satoru Nakajima jalankan debut mengesankan di Grand Prix Brasil di Sirkuit Jacarepagua. Dari posisi ke-12, Satoru selesai di posisi ke-7. Satoru Nakajima udah dicatat dalam sejarah sebagai pembalap Asia yang memperoleh finish paling baik dalam boneka debutnya di Formula Satu.

Sayangnya, saat Satoru Nakajima dan Shinji Nakano memulai debut balap Formula 1 mereka, cuma enam pembalap finisher terkemuka yang mendapat poin, tidak seperti hari ini, sepuluh pembalap teratas. Itulah sebabnya sejauh ini tidak ada pembalap F1 dari benua Asia yang jalankan debutnya. Kemampuan mengendarai Rio Haryanto diremehkan oleh banyak pihak karena Rio tidak bisa tampil memadai cepat selama musim ujian di sirkuit Catalunya. Rio Haryanto, bagaimanapun, miliki kesempatan untuk membawa dampak sejarah sebagai pembalap Asia pertama yang memenangkan poin dalam debutnya di Formula 1 bersama dengan finis di 10 besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *