Meskipun Jules Bianchi Sekarang Sudah Tiada


17 Juli dapat tetap diingat dan diingat oleh seluruh pengagum balap, terlebih balap F1. Ya, tepatnya 3 tahun yang lantas terhadap 17 Juli 2015, dunia balap F1 dikejutkan oleh berita perihal pembalap F1, Jules Bianchi, meninggal setelah koma selama 9 bulan gara-gara kecelakaan di sirkuit Suzuka di Jepang gara-gara Latihan bebas diadakan di bawah hujan lebat dan visibilitas yang mengganggu. Bianchi kehilangan kendali atas mobilnya kala ia mengendarai tikungan dengan kecepatan tinggi dan menabrak crane dan memindahkan mobil balap lain. Bianchi langsung dirawat dan dibawa ke tempat tinggal sakit setempat dan dioperasi, kemudian dipindahkan ke tempat tinggal sakit di Prancis dan tetap di tempat tinggal sakit di dalam suasana koma sampai ia dinyatakan meninggal.

Nama Jules Bianchi barangkali tidak setenar Vettel, Hamilton dan Alonso, yang udah memenangkan gelar dunia. Performa terbaik Bianchi hanya berada di peringkat sembilan di GP Monaco terhadap 2014 dengan tim Marussia. Namun Bianchi adalah pembalap muda yang potensial saat dia jadi anggota dari pembalap muda Ferrari, bukan tidak barangkali bahwa kalau dia tetap hidup dia dapat melawan Ferrari. Bianchi mengawali karir karting terhadap umur 3, setelah itu ia melanjutkan karirnya di Formula Renault 2.0 terhadap 2007 dengan jadi juara dan kemudian mencoba karier di ajang Formula 3 Euro. Pada 2010 ia pergi ke GP 2 dan finish ke-3 di akhir musim. Bianchi mengawali debutnya di ajang F1 terhadap 2013 saat Grand Prix Australia dengan tim Marussia, dia bisa melakukan debutnya setahun sebelumnya, tapi sayangnya dia kalah dari Adrian Sutil dengan memenangkan area di tim Force India.

Meskipun Jules Bianchi sekarang udah tiada, ia dapat tetap diingat dan diingat oleh pengagum balap F1 sebagai pembalap penuh yang mesti mati terhadap umur yang amat muda. Selain itu, sekarang bahwa siswa yang diakui sebagai adik kandungnya udah berhasil berlari di ajang F1 dan bahkan udah melampaui prestasinya, orang itu adalah Charles Leclerc dan bukan tidak barangkali Leclerc memimpikan mimpi pemenuhan dan menghendaki bahwa Jules Bianchi (juga keluarganya) bisa berlari di Ferrari. Itu tentu mengakibatkan Jules Bianchi tersenyum di sana. Pembalap F1 Jules Bianchi meninggal tiga tahun lalu. Kepergiannya sejauh ini tetap meninggalkan bekas yang di dalam bagi keluarga dan pengagum yang loyal.

Mimpi jadi tuan menghilang setelah kematian menjemput pembalap Prancis. Perwakilan tim Marussia mengalami cedera benar-benar lebih dari satu setelah jatuhnya Grand Prix Suxuka, Jepang terhadap Oktober 2014. Perawatan intensif dilakukan, tapi Jules meninggal terhadap 17 Juli 2015. Keluarga yang meninggal terhitung menuntut Tim otoritas Marussia dan F1. Orang yang paling dekat dengan kesimpulan bahwa kematian Jules mesti dihindari adalah kekeliruan strategi. Apalagi Jepang adalah badai terhadap saat itu. Keadaan terhadap saat itu memperkuat kesimpulan keluarga untuk menuntut dan menyalahkan tim dan penyelenggara. Hari ini pas 3 tahun, kematian Jules tetap diingat.

Dikutip dari halaman speedweek, Jules Bianchi selayaknya bisa eksis di tahun 2016 dengan Sebastian Vettel untuk kembali ke Tim Ferrari. Karena Vettel dan Jules miliki kepribadian yang cocok dan terbuka satu sama lain. Menurut orang terdekat, Bianchi miliki kepribadian yang cantik dan nyaman. Dia ceria, terbuka dan tersenyum. Kematian Jules Bianchi terhitung mengundang ucapan Paul Gutjahr. “Saya menjadi kaget dan lega terhadap saat yang sama. Mungkin terdengar aneh, tapi itu yang terbaik untuk Jules dan keluarga,” katanya. Cedera Jules amat benar-benar dan hanya ada sedikit kesempatan perbaikan. “Jules Bianchi menderita cedera otak benar-benar di Jepang, yang membuatnya sukar untuk pulih. Pengadilan adalah untuk keluarga dan dia mesti mati, “kata Paul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *