Tanotowi dan Liliana Gantung Raket, Ini Alasan dan Kesibukannya

Pemain bulu tangkis ganda campuran, Tontowi Ahmad dan Liliana, mengatakan keputusannya untuk menggantung raket itu bukan karena kehilangan pasangan idealnya, Liliyana Natsir, yang pensiun untuk pertama kalinya pada tahun 2019. Seperti kita tahu merka memiliki raket yang begitu banyak salah satunya adalah Yonex, Lining dan masih banyak lagi. Dikatakan Tontowi merasa dia sudah cukup dengan hasil dan banyak hal yang didapat dari dunia bulu tangkis. Namun, pemain yang akrab dengan Owi mengakui bahwa status magangnya di tim nasional PBSI telah mengganggunya. Suatu ketika dengan Butet (pidato Liliyana) rencananya adalah untuk melanjutkan, tetapi karena berbagai keadaan termasuk status saya diubah di pelat pelatihan nasional, itu pasti mengganggu. Jadi jangan pensiun karena Butet, saya sudah cukup, saya sudah mengambil semuanya dalam bulutangkis dan sudah waktunya untuk berhenti.

Tontowi Ahmad mencapai puncaknya ketika dia dipasangkan dengan Liliyana Natsir. Sejak duet mereka dari 2010 hingga awal 2019, pasangan ini telah memenangkan banyak gelar bergengsi. Judul terpenting Tontowi-Liliyana adalah medali emas Olimpiade Rio (2016), dua gelar dunia (2013, 2017), kejuaraan Asia (2015) dan topi All England (2012, 2013 dan 2014). Setelah menutup raketnya, atlet dari Banyumas, Jawa Tengah, ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya. Tontowi merasa bahwa kesibukannya bermain bulu tangkis sering menjadi penghalang baginya untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya.

Ya, itu sudah cukup, Anda ingin punya banyak waktu bersama keluarga. Anak-anak juga suka mengeluh karena mereka jarang bertemu, “tutup Tontowi. Setelah berpisah dengan Liliyana Natsir pada awal 2019, Tontowi Ahmad dipasangkan dengan sejumlah pemain muda, seperti: Winny Oktavina Kandow dan Apriyani Rahayu. Hampir sepanjang tahun 2019, Tontowi selalu berkompetisi dengan Winny Oktavina Kandow, yang sering kalah di perempat final (8 besar), bahkan selama ajang All England 2019, ketika mereka dikalahkan oleh duo Jepang Yuta Watanabe-Arisa Higashino.

Sementara pada awal 2020 di acara Indonesia Masters, Tontowi Ahmad berpasangan dengan Apriyani Rahayu. Keduanya telah tersingkir dalam 16 tahun terakhir setelah menelan duet Inggris, Chris Adcock-Gabrielle Adcock, dengan skor 9-21 dan 12-21. Indonesia Masters 2020 juga direkam selama turnamen terakhir di mana Tontowi Ahmad ambil bagian.

1. Bisnis online

Dikutip dari halaman Balls, Butet adalah pelopor belanja online bernama Cart with Roni Irawan. Berkolaborasi dengan mitra UKM sebagai mitra bisnis mereka. Ritel ritel dibuat untuk memfasilitasi kebutuhan belanja online Indonesia.

2. Refleksi komersial

Liliyana Natsir telah menjadi pelopor kegiatan meditasinya sejak 2016. Perusahaan, yang berbasis di Gading Serpong, Tangerang, telah dinamai Refleksi Sembilan Keluarga.

3. Bintang iklan

Tidak hanya bergerak dalam bisnis, Butet juga berkomitmen untuk menjadi bintang komersial setelah memutuskan untuk menggantung raket. Salah satu produk yang ia gambarkan sebagai bintang iklan adalah minuman isotonik.

4. Duta merek

Keputusannya untuk mundur dari dunia olahraga tidak serta-merta membuatnya terpisah dari dunia yang telah berganti nama menjadi dia. Memang, pada beberapa kesempatan Liliyana terus berpartisipasi dalam beberapa turnamen bulutangkis. Dia juga ditunjuk sebagai brand ambassador untuk beberapa kejuaraan bulutangkis regional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *