Vinales Merasakan Kemajuan Besar pada Yamaha


Musim MotoGP 2019 dilangsungkan hampir separuh musim ke seri ke-8 di sirkuit Assen (01/07/2019), Marc Marquez masih unggul dengan 160 poin dari 44 poin dari Andrea Dovisiozo, kesebelasan Winnow Ducati. Hasil kedua di Belanda lumayan untuk mengawal The Baby Alien di pucuk pimpinan. Namun, tersebut bukan sorotan di Assen GP pekan lalu, namun kemenangan perdana Maverick Vinales musim ini, serta kemenangan kesatu Yamaha semenjak MotoGP Australia 2018, yang pun dimenangkan oleh Top Gun pada ketika itu. Keberhasilan ini tampaknya memperkuat sinyal guna kebangkitan Yamaha, laksana seri Catalunya, sekitar GP Spanyol dua minggu lalu, tampaknya mampu berlomba dengan dua pembalap kesebelasan Monster Yamaha di deretan depan sebelum mereka tidak menyelesaikannya sebab mereka terpapar oleh Jorge Lorenzo. Di samping itu, Vinales telah sukses mengambil posisi teratas dalam pengujian setelah-lari pada sirkuit katalitik.

Kemenangan di Assen sepertinya mengembalikan kepercayaan pada Yamaha, yang terganggu oleh masalah mesin sejak awal musim. Ya … Sepeda motor Yamaha yang dikendarai oleh Rossi dan Vinales memiliki performa yang berangin sejak awal musim. Masalah sebenarnya telah muncul sejak musim 2018, tetapi Yamaha masih belum mampu menyelesaikannya sepenuhnya. Masalah terbesar dengan sepeda motor meliputi: kelincahan elektronik dan mesin saat berbelok, dan masalah kecepatan tertinggi juga menghantui garpu. Rupanya, balapan di Assen sepertinya memecahkan masalah yang telah diteror oleh Yamaha.

Vinales terlihat paling kuat dalam pacuan dengan kuda besinya, bahkan ia bisa menantang Marquez dengan motor RC213V-nya, yang dikenal sebagai mesin seluruh sirkuit. Apalagi motor tidak merasakan hambatan berarti ketika berkendara di baris kesatu. Tidak melulu tim utama, kesebelasan satelit Yamaha, Yamaha Petronas juga dapat mengeksekusinya dengan baik. Bahkan, pembalap mereka, Fabio Quartararo, sudah mengemas 3 posisi pole dan 2 stage musim ini. Ini pasti saja paling mengejutkan saat Anda menyaksikan bagaimana Yamaha dapat dengan cepat dalam pengembangan motornya dikomparasikan dengan kedua pesaing terbesarnya, Ducati dan Honda. Bagi hasil yang dijangkau di Assen, terdapat baiknya menunggu peradaban Yamaha guna sisa musim ini, pameran seni Assen pun telah menolong sirkuit, yang sangat sesuai untuk sepeda motor Yamaha.

Di samping itu, 4 pembalap kesebelasan Yamaha, baik kepala dan satelit, terus menciptakan saran untuk tim mekanik untuk menciptakan sepeda motor lebih komprehensif guna sisa musim 2019. Yah, unik untuk menantikan kinerja Yamaha berlanjut. kemudian. Apakah ini bakal dapat melanjutkan tren besar atau “hanya” segera membangkitkan hasil di Assen? Kami sedang menantikan untuk itu. Tidak heran Maverick Vinales tidak berhenti menangis sesaat sesudah dia mendapatkan kemenangan MotoGP Belanda tadi malam. Karena itu ialah kemenangan kesatu Yamaha semenjak MotoGP Australia Oktober lalu. Relief menjebol dadanya, sebab musim ini saja Monster Monster jatuh tiga kali yang bukan diakibatkan oleh kesalahannya sendiri. Ini menciptakan kemenangan Vinales di distrik Assen senang dirayakan.

Memang, Vinales menikmati peningkatan besar pada Yamaha YZR-M1 sesudah tes Barcelona dua minggu lalu. Dia bahkan berani melafalkan bahwa sejumlah DNA Yamaha sudah kembali. Yaitu kelincahan dengan bulldozen. Di MotoGP Barcelona dia hendak membuktikan klaimnya. Akan tetapi, Jorge Lorenzo telah menghancurkan segalanya pada babak kedua. Hanya semalam di Assen, Vinales sukses membayar rasa hendak tahu. Bokong sebenarnya ialah jalan yang tepat untuk Yamaha untuk mengindikasikan potensinya. Valentino Rossi pun bermain bagus di Belanda 735 hari yang lalu. Dan saat ada kesempatan, Vinales memungut setiap risiko guna menang. “Saya bahkan menyiapkan duel di tikungan terakhir. Saya menyaksikan peluang sesudah tikungan ke-12, saya merasa paling kuat. Di situlah saya pergi tanpa sepedaku,” katanya ketika konferensi pers sesudah perlombaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *